Gianyar – Ubud, Kamis
(19/2/2026) Peran aparat kewilayahan tidak hanya terbatas pada tugas
pengamanan, tetapi juga hadir dalam setiap denyut kehidupan masyarakat,
termasuk kegiatan keagamaan yang menjadi bagian penting dari kearifan lokal
Bali. Hal ini terlihat saat Danramil 1616-02/Ubud, Mayor Inf I Gede Astawa,
bersama unsur Forkopincam Kecamatan Ubud menghadiri undangan persembahyangan
bersama dalam rangka Upacara Piodalan di Pura Dalem Tenggaling, Desa Adat
Bunutan, Banjar Bunutan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.
Kehadiran Danramil dalam
kegiatan sakral tersebut merupakan bentuk dukungan nyata TNI terhadap
pelestarian adat, tradisi, dan nilai-nilai spiritual masyarakat. Selain
mengikuti rangkaian persembahyangan dengan penuh khidmat, Danramil juga
memanfaatkan momentum tersebut untuk mempererat hubungan silaturahmi dengan
tokoh adat, perangkat desa, dan masyarakat, sehingga tercipta komunikasi yang
harmonis dan penuh kebersamaan di wilayah binaan.
Turut hadir dalam kegiatan
tersebut Camat Ubud Dewa Gde Pariyatna, Kapolsek Ubud Kompol I Wayan Putra
Antara, Perbekel Kedewatan Dewa Gede Rai Darmantha, Bendesa Adat se-Desa
Kedewatan, para Kawil, serta anggota BPD Desa Kedewatan. Kebersamaan lintas
unsur ini mencerminkan sinergitas yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan,
dan lembaga adat dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendukung kegiatan
keagamaan masyarakat.
Melalui partisipasi aktif
dalam kegiatan keagamaan, Danramil menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di
tengah masyarakat, tidak hanya sebagai aparat negara, tetapi juga sebagai mitra
yang peduli terhadap keharmonisan sosial dan spiritual. Diharapkan, kedekatan
ini semakin memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat serta menciptakan
lingkungan yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Kecamatan Ubud.
(Pendim 1616/Gianyar)
.jpeg)
Posting Komentar