Gianyar – Serongga, Selasa (24/2/2026) Semangat pelestarian
bahasa dan budaya Bali kembali bergema melalui Festival Bulan Bahasa Bali VIII
Warsa 2026 Desa Serongga yang mengusung tema “Atma Kerthi Udiana Purnaning
Jiwa.” Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Serongga bekerja sama
dengan Desa Adat Serongga ini berlangsung meriah di Wantilan Banjar Serongga
Kaje, Desa Serongga Kaja, Kecamatan/Kabupaten Gianyar.
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Desa Serongga Koramil
1616-01/Gianyar, Kopka I Komang Sudarnita, bersama Bhabinkamtibmas Desa
Serongga, Aiptu Gusti Ketut Sarya, hadir memenuhi undangan sekaligus
melaksanakan pemantauan guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman,
tertib, dan lancar. Kehadiran aparat kewilayahan ini juga menjadi wujud
dukungan nyata terhadap upaya pelestarian adat, budaya, dan bahasa daerah
sebagai jati diri bangsa.
Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan
penampilan Tari Panyembrahma yang menambah nuansa sakral, kemudian menyanyikan
Lagu Indonesia Raya, doa bersama, serta sambutan dari Bendesa Adat Serongga dan
Kepala Desa Serongga. Secara resmi, Festival Bulan Bahasa Bali VIII Warsa 2026
dibuka oleh Perbekel bersama Bendesa Adat Serongga, menandai dimulainya berbagai
perlombaan bernuansa budaya Bali.
Adapun lomba yang digelar meliputi Gending Rare tingkat TK,
Nyurat Aksara Bali tingkat SD, serta Masatue Bali yang diikuti krama istri PKK.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi
dan pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi muda dan masyarakat luas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Serongga
Nyoman Gde Triyasa, SH beserta staf, Bendesa Adat Serongga Pande Made Sudarsana
bersama prajuru adat, perangkat desa, lembaga desa, tokoh masyarakat, penyuluh
agama dan bahasa Bali, para juri, serta peserta lomba dari berbagai unsur
masyarakat. Kebersamaan seluruh elemen ini mencerminkan kuatnya komitmen dalam
menjaga warisan budaya Bali.
Kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang lomba dan
penyerahan hadiah kepada para juara. Secara keseluruhan, festival berlangsung
dengan aman dan penuh antusiasme. Kehadiran Babinsa di tengah kegiatan budaya
ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menjaga,
mendukung, dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal sebagai kekayaan bangsa.
(Pendim 1616/Gianyar)

Posting Komentar