Gianyar –
Blahbatuh, Sabtu (14/2/2026) Balutan suasana sakral dan penuh keteduhan
spiritual menyelimuti Banjar Belega Kanginan, Desa Belega, saat berlangsungnya
Upacara Diksa Pariksa Ida Pedanda Griya Gede Belong Manuaba Danginan. Lantunan
doa suci, aroma dupa yang menguar, serta kekhusyukan umat yang hadir menambah
khidmat prosesi yang menjadi tonggak penting dalam perjalanan seorang calon
sulinggih menuju penyucian diri.
Upacara
Diksa Pariksa merupakan tahapan suci yang harus dilalui sebelum seseorang
ditetapkan sebagai sulinggih atau pendeta Hindu. Prosesi ini mengandung makna
penyucian lahir dan batin, pengendalian diri, serta kesiapan spiritual untuk
mengabdikan hidup sebagai pembimbing umat. Seorang sulinggih diharapkan menjadi
teladan dalam dharma, menjaga keseimbangan alam, serta menuntun umat menuju
kehidupan yang harmonis dan penuh kebajikan.
Melalui
momentum sakral ini, Danramil Blahbatuh menyampaikan harapan agar nilai-nilai
kesucian, kebersamaan, dan kearifan lokal yang terkandung dalam upacara Diksa
Pariksa terus diwariskan kepada generasi selanjutnya. Tradisi ini bukan hanya
ritual keagamaan, tetapi juga benteng moral yang memperkokoh jati diri
masyarakat Bali di tengah arus modernisasi.
Turut hadir
dalam kegiatan tersebut para Sulinggih/Peradanda se-Kecamatan Blahbatuh,
Pengurus PTPN Cabang Gianyar, Anggota DPRD Kabupaten Gianyar Fraksi PDIP Dapil
Blahbatuh Ni Ketut Wirati, I Made Sudarsana, Ni Made Ratnadi, dan I Gusti
Ngurah Made Yasa, Camat Blahbatuh I Wayan Gede Eka Putra, STTP., M.Si.,
Danramil Blahbatuh Kapten Inf I Wayan Sudana, Babinsa Belega Serka I Nyoman
Mulatra, para Kepala Desa se-Kecamatan Blahbatuh, Bendesa Adat se-Kecamatan
Blahbatuh, para Kepala Dusun se-Desa Belega, serta Kelian Adat se-Desa Belega.
Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan kuatnya dukungan lintas sektor dalam
menjaga tradisi dan nilai-nilai spiritual masyarakat Bali.
Dengan
terjalinnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, dan tokoh agama,
diharapkan kehidupan masyarakat di wilayah Blahbatuh tetap harmonis, damai, dan
berlandaskan nilai-nilai dharma. Kehadiran TNI di tengah kegiatan spiritual
masyarakat menjadi bukti bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat tidak hanya
terwujud dalam bidang keamanan, tetapi juga dalam menjaga warisan budaya dan
spiritual bangsa.
(Pendim 1616/Gianyar)
.jpeg)
Posting Komentar