Gianyar – Blahbatuh, Minggu (24/5/2026), Suasana duka dan
haru menyelimuti jalannya Upacara Adat Pitra Yadnya (Ngaben) almarhum Jero
Mangku Ni Ketut Puspa atau yang dikenal sebagai Jero Mangku Agung Ratu Panji
Pura Samuantiga di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Di
tengah ribuan warga yang turut mengiringi prosesi sakral tersebut, Babinsa Desa
Bedulu Koramil 1616-04/Blahbatuh Serka I Wayan Juliawan bersama Bhabinkamtibmas
Bedulu Aiptu I Putu Suadnya dan Pecalang Desa Adat Bedulu hadir melaksanakan
pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas demi kelancaran kegiatan adat.
Prosesi pengabenan berlangsung dari wilayah Banjar Adat
Lebah menuju kuburan Desa Adat Bedulu dengan pengawalan ketat aparat dan
pecalang. Almarhum Jero Mangku Ni Ketut Puspa yang merupakan tokoh adat serta
pemangku di Pura Samuantiga meninggal dunia karena sakit pada usia 80 tahun dan
mendapat penghormatan besar dari masyarakat Desa Bedulu.
Dalam prosesi tersebut, warga tampak tumpah ruah mengiringi
dan mengarak jenazah almarhum yang ditempatkan di atas sarana bade berwarna
putih menuju tempat perabuan terakhir. Iringan warga dan nuansa adat Bali yang
kental menambah suasana sakral dalam rangkaian upacara Ngaben sebagai bentuk
penghormatan terakhir kepada almarhum.
Di sela kegiatan, Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan
Pecalang terus bersinergi melakukan pengawalan sepanjang rute perjalanan serta
menjaga ketertiban arus lalu lintas. Sistem buka tutup jalan juga diberlakukan
guna mengantisipasi kepadatan kendaraan dan memastikan prosesi berjalan aman,
tertib dan lancar.
Turut hadir dalam kegiatan Upacara Pitra Yadnya tersebut
Bendesa Adat Bedulu Gusti Ngurah Nyoman Susatia, Babinsa Desa Bedulu,
Bhabinkamtibmas Desa Bedulu, Kelian Adat Lebah, Pecalang Desa Adat Bedulu serta
sekitar 750 warga masyarakat yang ikut mengiringi jalannya prosesi Ngaben.
(Pendim 1616/Gianyar)

Posting Komentar